MC - KCBM

Sejarah Singkat HR Maria Bunda Allah

In Wawasan on 02/01/2016 at 11:24

Setiap tanggal 1 Januari, Gereja merayakan pesta liturgi Santa Perawan Maria sebagai Bunda Allah: keibuan Maria atas Yesus, yang adalah sungguh Allah sungguh manusia.

mary-mother-of-god

Penghormatan Maria sebagai Bunda Allah dapat ditelusuri kembali ke Konsili Efesus tahun 431.

Pada abad ke-7, tanggal 1 Januari tercatat sebagai perayaan Persalinan Santa Perawan Maria.

Pada abad ke-13, Pesta Penyunatan Kristus menggantikan pesta penghormatan Maria ini. Namun tahun 1751, setelah ada dorongan di Portugal akan adanya sebuah hari perayaan resmi untuk merayakan Keibuan Ilahi Maria, Paus Benediktus XIV mengizinkan Gereja lokal Portugal untuk mendevosikan sebuah perayaan kepada Maria pada Hari Minggu pertama dalam Bulan Mei.

Perayaan tersebut diperluas ke negara-negara lain, dan tahun 1914 mulai dirayakan pada 11 Oktober.

Tahun 1931, Paus Pius XI memperluas perayaan tersebut ke keseluruhan Gereja, dan tahun 1974, Paus Paulus VI mengeluarkan Pesta Penyunatan Kristus dari kalender liturgi dan menggantikannya dengan perayaan “Hari Raya Maria Bunda Allah”, yang membawa balik hari pesta Maria ini kepada hari pertama dalam tahun.

Gelar “Bunda Allah” merupakan sebuah derivasi barat dari Bahasa Yunani “Theotokos”, yang berarti “pembawa-Allah”.

Pada hari ini, kita diingatkan akan peran yang dimainkan Santa Perawan dalam rencana keselamatan kita. Melalui Roh Kudus, Allah Bapa mempersiapkan Maria untuk menjadi tempat tinggal di mana Putera-Nya akan tinggal di antara manusia.

Kelahiran Kristus dimungkinkan oleh kesediaan Maria, “Jadilah padaku menurut Perkataan-Mu”.

Penyebutan Maria sebagai “Bunda Allah” merupakan penghormatan tertinggi yang dapat kita berikan kepadanya.

Jika HR Natal menghormati Yesus sebagai “Pangeran Damai” maka HR Maria Bunda Allah menghormati Maria sebagai “Ratu Damai”. Oleh karenanya, Tahun Baru juga dinyatakan Gereja sebagai “Hari Perdamaian Dunia” sebagai pemakluman lebih lanjut atas peran Maria di dalam hati dan dunia kita.

“… sesudah diangkat ke surga, ia tidak meninggalkan peran yang membawa keselamatan itu, melainkan dengan aneka perantaraannya ia terus-menerus memperolehkan bagi kita karunia-karunia yang menghantar kepada keselamatan kekal.” (bdk. KGK 969)

 

Sumber:
http://holyfamily.org/the-solemnity-of-mary-mother-of-god-january-1/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: