MC - KCBM

Sedikit tentang Dogma Maria Diangkat ke Surga

In Wawasan on 15/08/2015 at 04:48

… dengan otoritas dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Petrus dan Paulus yang Terberkati, dan oleh otoritas kami sendiri, kami mengumumkan, menyatakan dan mendefinisikannya sebagai sebuah dogma yang diwahyukan Allah: bahwa Bunda Tuhan yang tak bernoda, Perawan Maria yang tetap perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi.

~ Konstitusi Apostolik “Munificentissimus Deus”, Paus Pius XII, 1 November 1950 ~

PiusXII_dogma_Assumption

Paus Pius XII saat mempromulgasikan Konstitusi Apostolik “Munificentissimus Deus” secara dogmatis

Penting untuk diketahui bahwa Gereja memiliki otoritas untuk menetapkan sebuah ajaran sebagai yang bebas-dari-kesalahan.

Otoritas ini juga digunakan Gereja -antara lain- saat menetapkan ajaran “Allah Tritunggal” pada tahun 325 di Konsili Nicea dan kanonisasi Alkitab pada tahun 393 di Konsili Hippo dan tahun 397 di Konsili Kartago.

Dengan demikian, ajaran ini mengikat semua orang beriman untuk percaya.

Juga, meski baru dipromulgasikan tahun 1950, namun iman Gereja tentang pengangkatan Bunda Maria ke Surga, telah lama berakar dalam Gereja.

Beberapa Orang Kudus yang mengajarkan hal ini antara lain St. Yohanes Damaskus (676-754), St. Antonius Padua, (1195-1231), (1206-1280), St. Thomas Aquinas (1225-1274), St. Albertus Magnus (1193-1280), St. Benardinus (1380-1404), St. Robertus Belarminus (1542-1621), St. Petrus Kanisius (1520-1597), dan St. Alphosus Liguori (1696-1787).

Hal penting lain yang perlu kita ketahui bahwa Bunda Maria ‘diangkat’ ke Surga, dan bukan ‘naik’ ke Surga.

‘Diangkat’ berarti bukan karena kekuatannya sendiri melainkan oleh kuasa Allah, sedangkan Yesus ‘naik’ ke Surga oleh kekuatan-Nya sendiri.

Dengan diangkatnya Bunda Maria ke Surga, maka ia telah bersatu dengan Yesus dan ia akan terus-menerus menyertai kita di dunia ini dengan doa-doanya.

Mengingat apa yang dikatakan Rasul Yakobus bahwa doa orang yang benar sangat besar kuasanya (bdk. Yak 5:16), maka bisa dibayangkan betapa besar kuasa doa Bunda Maria yang telah dibenarkan oleh Allah melalui peristiwa pengangkatannya ke Surga dengan tubuh dan jiwanya.

Gereja merayakan HR Maria diangkat ke Surga setiap tanggal 15 Agustus. Sesuai Hukum Kanon yang berlaku saat ini (KHK Kan. 1246 §1), HR ini  tergolong wajib.

Di Indonesia, HR wajib ini selalu digeser ke hari Minggu terdekat. Hal penggeseran ini dimungkinkan dalam Kan. 1246 § 2.

Sumber acuan:
http://www.katolisitas.org/faqs/apa-dasarnya-gereja-katolik-mengajarkan-bunda-maria-diangkat-ke-surga

  1. Di artikel lain yang saya baca, disitu dijelaskan adanya makam bunda Maria. Bagaimana penjelasannya? Apakah Maria meninggal secara fisik lalu badan dan tubuhnya diangkat ke surga? Ataukah tidak pernah meninggal? Langsung diangkat ke surga?

    • Sejauh ini memang Gereja tidak/belum memberikan kata final mengenai apakah Bunda Maria sempat mengalami kematian fisik atau tidak sebelum diangkat ke Surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: