MC - KCBM

Sepenggal kisah S. Dominikus mengalahkan bidaah Albigensia

In Kisah Nyata on 15/10/2012 at 21:12

Lukisan Giovanni Battista Crespi: Santa Perawan membimbing St. Dominukus kepada kemenangan atas kaum bidaah Albigensia – http://tinyurl.com/c4zmktc

“Ada lagi yang terkait dalam sejarah S. Dominikus. Dekat Carcassonne, di mana S. Dominikus sedang berkhotbah mengenai Rosario, ada bidaah malang yang kerasukan sejumlah besar iblis. Roh-roh jahat yang kebingungan ini dipaksa atas perintah Bunda Maria untuk mengakui kebenaran-kebenaran yang menghibur dan agung berkenaan dengan devosi kepadanya. Para roh jahat ini melakukan pengakuan ini begitu jelas namun terpaksa sehingga bagaimanapun lemahnya mungkin devosi kita kepada Bunda Maria, kita tidak bisa membaca kisah otentik ini yang berisi semacam penghormatan yang sebenarnya enggan diberikan oleh para iblis kepada devosi untuk Bunda Maria, tanpa meneteskan air mata kebahagiaan.” ~ S. Louis Marie de Montfort

Beginilah kisahnya.


Sekitar 12.000 orang berkumpul di Carcassone ketika S. Dominikus berkhotbah mengenai Rosario. Hadir pula seorang bidaah Albigensia yang kerasukan roh-roh jahat. S. Dominikus mengusir roh-roh jahat dari orang itu dengan memaksanya untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Kepada S. Dominikus, roh-roh jahat dalam diri orang Albigensia itu menjawab bahwa jumlah mereka dalam tubuh orang itu 15.000 karena orang itu telah mencemoohkan ke-15 misteri Rosario Suci. Mereka mengakui, dengan berkhotbah tentang Rosario, S. Dominikus telah mengirim ketakutan dan kengerian ke dalam pelosok-pelosok neraka dan bahwa S. Dominikus adalah orang yang paling mereka benci di seluruh dunia, karena jiwa-jiwa yang telah diselamatkannya melalui Rosario Suci itu.

S. Dominikus mengalungkan sebuah Rosario di leher orang Albigensia itu dan memerintahkan roh-roh jahat itu untuk menyatakan siapakah dari orang-orang kudus di surga yang paling mereka takuti dan yang seharusnya paling dicintai dan dihormati manusia? Roh-roh jahat itu menjerit ketika ditanya demikian, sehingga orang-orang yang hadir jatuh pingsan karena ketakutan. Lalu dengan culasnya, roh-roh jahat itu menangis dan minta orang lain juga menangis minta belas kasihan.

Roh-roh jahat itu, melalui mulut orang Albigensia ini, memohon dengan suara yang meluluhkan hati:

Dominikus, Dominikus, kasihanilah kami… kami berjanji tidak akan pernah mengganggumu lagi. Engkau selalu berbelas kasihan kepada orang-orang berdosa dan yang menderita, kasihanilah kami yang malang ini. Kami sudah amat sangat menderita, mengapa engkau bersenang hati menambah penderitaan kami? Kasihanilah kami! Kasihanilah kami!

S. Dominikus sama sekali tidak terkecoh oleh tipuan-tipuan roh-roh jahat itu dan berkata kepada mereka bahwa ia tidak akan membiarkan mereka pergi sebelum pertanyaannya terjawab. Kemudian mereka berjanji untuk membisikkan kepada Dominikus saja. Tetapi S. Dominikus tetap bersikeras untuk mendengar jawaban atas pertanyaannya tersebut di depan orang banyak. Karena roh-roh jahat itu tetap diam dan tidak menghiraukan perintahnya, S. Dominikus berlutut dan berdoa kepada Bunda Maria,

Ya Perawan Maria yang mulia dan penuh kuasa, aku memintamu dengan kekuatan Rosario Suci untuk memerintahkan musuh-musuhmu ini supaya menjawab pertanyaanku.

Segera setelah doa S. Dominikus itu, sebuah nyala api keluar dari telinga, hidung dan mulut orang Albigensia. Semua orang menggigil ketakutan, tetapi api itu tidak melukai seorang pun. Dan roh-roh jahat ini berteriak:

Dominikus, kami mohon kepadamu atas nama sengsara Yesus Kristus dan atas berkat Bunda-Nya yang suci dan semua orang kudus, biarkanlah kami pergi dari tubuh orang ini, tanpa berbicara lagi karena malaikat-malaikatmu akan menjawab pertanyaanmu itu kapan saja kamu mau. Lagipula bukankah kami semua adalah pembohong-pembohong? Jadi mengapa kamu mau percaya kepada kami? Tolong, janganlah siksa kami lagi, kasihanilah kami.

Celakalah kamu roh-roh jahat, yang tidak pantas didengarkan“,

kata S. Dominikus dan ia berlutut berdoa kembali kepada Bunda Maria:

Ya Bunda yang bijaksana, aku berdoa untuk orang-orang yang berkumpul di sini yang telah belajar mengucapkan Salam Maria dengan baik. Aku mohon kepadamu, paksalah musuh-musuhmu ini untuk mengatakan kebenaran dan tidak lain selain kebenaran saja, di sini saat ini juga, di depan orang banyak ini.

Belum selesai mengucapkan doanya, S. Dominikus melihat Perawan yang mulia datang dengan malaikat-malaikatnya. Ia memukul orang Albigensia itu dengan tongkat emas dan berkata kepada roh-roh jahat itu:

Jawablah hambaku Dominikus, sekarang juga!

(Tidak ada orang lain yang melihat dan mendengar Bunda Maria selain S. Dominikus).

Kemudian roh-roh jahat itu menjerit:

Ya, Engkaulah musuh kami, kekacauan-kekacauan dan kekalahan kami, mengapa engkau datang dari surga hanya untuk menyiksa kami? Pembela para pendosa, engkau telah merebut mereka dari rahang neraka, engkaulah jalan yang pasti menuju ke surga. Haruskah kami mengakui siapakah penyebab kekalahan dan rasa malu kami? Celakalah kami sumber kegelapan.

Maka dengarkanlah hai orang-orang kristen, Bunda Yesus Kristus ini sangatlah berkuasa dan dia dapat menyelamatkan hamba-hambanya dari neraka. Dialah matahari yang mengalahkan kegelapan dari tipu muslihat dan kecerdikan kami. Dialah yang membongkar rencana-rencana jahat kami, membongkar jerat kami dan membuat godaan-godaan kami tidak berguna dan gagal! Kami harus mengatakan dengan amat sangat berat hati bahwa tidak ada satu jiwa pun yang telah tekun melayaninya dibuang bersama kami [ke dalam neraka]. Sekali saja ia mengeluh kepada Tritunggal Yang Maha Kudus, ia lebih didengar dari pada semua doa keinginan dan kurban seluruh orang kudus.

Kami lebih takut akan dia dari pada semua orang kudus di surga dan kami tidak pernah berhasil mengganggu hamba-hambanya. Banyak sekali orang kristen yang memanggilnya pada saat ajalnya, orang yang seharusnya masuk neraka diselamatkan oleh perantaraannya.

Oh, kalau saja Maria (dengan nada amarah yang begitu hebat, mereka menyebut namanya) tidak mengadu kekuatannya dengan kami dan tidak mengacaukan rencana-rencana kami, kami sudah menguasai Gereja dan merusaknya lama sebelum ini. Dan kami sudah melihat jatuhnya semua Kongregasi Gereja!

Sekarang karena kami telah dipaksa berbicara, kami harus menyatakan bahwa mereka yang tekun mengucapkan doa Rosario tidak akan dihukum [abadi], karena ia memberikan hamba-hambanya rahmat penyesalan dosa dan dengan ini mereka mendapatkan pengampunan dan belas kasihan Allah.

Kemudian S. Dominikus memimpin mereka semua yang hadir berdoa Rosario bersama dengan lambat dan penuh ketaatan dan sebuah kejadian yang luar biasa berlangsung pada setiap Salam Maria, sekelompok roh jahat keluar dari orang yang malang itu dalam bentuk orang merah menyala. Setelah semua roh jahat keluar, Bunda Maria (yang tetap tak kelihatan) memberikan berkatnya kepada semua orang yang hadir di situ dan mereka menjadi penuh dengan rasa damai. Banyak sekali orang yang bertobat setelah kejadian itu dan mengikuti Serikat Rosario Suci.

Dibahasakan ulang dari http://kasih-damai.blogspot.de/2011/02/rahasia-rosario.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: