MC - KCBM

Devosi Sejati kepada Perawan Maria Selalu Membawa kita kepada Yesus

In Kotbah on 27/03/2012 at 05:21

usccb.org

Berikut ini adalah terjemahan bebas dari terjemahan Vatikan (sini dan sini) atas pidato Paus Benediktus XVI yang disampaikannya di Guanajuato, Meksiko, pada hari Minggu, 25 Maret 2012, menjelang doa Angelus di tengah hari dalam perjalanan apostoliknya ke Meksiko dan Kuba.

Saudara-saudari terkasih,

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang biji gandum yang jatuh ke tanah, mati dan berbuah banyak. Ini merupakan respon untuk beberapa orang Yunani yang mendekati Filipus dan berkata: “kami ingin bertemu dengan Yesus” (Yoh 12:21) [1]. Hari ini kita memanggil Maria yang Tersuci dan memohon: “tunjukkanlah Yesus kepada kami”.

Sebagaimana kita sekarang berdoa Angelus dan mengenang Kabar Sukacita dari Tuhan, mata kita juga beralih secara rohani menuju bukit Tepeyac, ke tempat di mana Bunda Allah, dengangelar “Maria Perawan-Selamanya, Bunda dari Guadalupe” telah sungguh-sungguh dihormati selama berabad-abad sebagai sebuah tanda rekonsiliasi dan tanda kebaikan Tuhan yang tak terbatas terhadap dunia.

Pendahulu saya di atas Tahta Santo Petrus menghormatinya dengan nama-nama yang penuh kasih sayang seperti Bunda dari Meksiko, Pelindung Surgawi Amerika Latin, Bunda dan Permaisuri dari benua ini. Anak-anaknya yang penuh iman yang mengalami pertolongannya, pada gilirannya, dengan percaya diri memanggil dia dengan nama-nama yang penuh kasih sayang dan akrab seperti Bunga Mawar dari Meksiko, Bunda Surgawi, Perawan Morena, Bunda dari Tepeyac, Noble Indita.

Saudara-saudari terkasih, jangan lupa bahwa devosi sejati kepada Perawan Maria selalu membawa kita kepada Yesus, dan “tidak terdiri dari perasaan yang mandul dan bersifat sementara, tidak pula dalam sikap mudah percaya tanpa dasar. Bakti itu bersumber pada iman yang sejati, yang mengajak kita untuk mengakui keunggulan Bunda Allah, dan mendorong kita untuk sebagai putera-puteranya mencintai Bunda kita dan meneladan keutamaan-keutamaannya” (Lumen Gentium, 67) [2]. Untuk mencintainya berarti berkomitmen untuk mendengarkan Putranya; untuk menghormati Guadalupana (yang berasal dari Guadalupe –red) berarti hidup sesuai dengan sabda Sang Buah Terberkati dari rahimnya.

Pada saat ini, ketika begitu banyak keluarga yang terpisah atau dipaksa untuk beremigrasi (pindah ke negara lain –red), ketika begitu banyak yang sedang menderita akibat kemiskinan, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan obat bius, krisis nilai-nilai dan meningkatnya kejahatan, kita datang kepada Maria untuk mencari penghiburan, kekuatan dan pengharapan. Dia adalah Bunda dari Allah sejati, yang mengundang kita untuk tinggal dengan iman dan cinta di bawah mantelnya, sehingga dengan cara ini, mengatasi segala kejahatan dan membentuk masyarakat yang lebih adil dan bersaudara.

Dengan kepekaan perasaan-perasaan ini, saya menempatkan sekali lagi negara ini, seluruh Amerika Latin dan Karibia di hadapan tatapan lembut Bunda dari Guadalupe. Saya mempercayakan semua putra-putri mereka kepada bintang dari evangelisasi yang asli maupun yang baru; dengan kasih keibuannya, dia telah memberikan inspirasi sejarah kekristenan mereka, telah memberikan ekspresi tertentu kepada prestasi nasional mereka, kepada inisiatif komunal dan sosial mereka, kepada kehidupan keluarga, kepada devosi pribadi dan kepada Misi Kontinental yang sekarang berlangsung di seluruh tanah yang mulia ini. Dalam masa-masa percobaan dan kesedihan, dia dipanggil oleh banyak martir yang, dalam seruan “Hidup Kristus Raja dan Maria dari Guadalupe”, menampilkan kesaksian yang tak mau mundur dari kesetiaan kepada Injil dan pengabdian kepada Gereja. Saya sekarang meminta agar kehadirannya di negara ini dapat terus menjadi panggilan untuk mempertahankan dan menghormati kehidupan manusia. Semoga kehadirannya itu mempromosikan persaudaraan, menyisihkan tindakan balas dendam yang sia-sia dan membuang semua kebencian yang memecah belah. Semoga Santa Maria dari Guadalupe memberkati kita dan memperolehkan bagi kita rahmat berlimpah yang, melalui perantaraannya, kami memohon dari Surga.

Catatan Kaki

[1] Terjemahan mengikuti Alkitab terbitan LAI-LBI
[2] Terjemahan mengikuti dokumen KV II terbitan KWI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: