MC - KCBM

Seputar Tanggal Perayaan HR Kabar Sukacita

In Wawasan on 21/03/2012 at 11:20

Dari tanya-jawab pada artikel di katolisitas dot org berkenaan dengan perpindahan tanggal perayaan HR Kabar Sukacita yang tahun ini jatuh pada hari Minggu V Prapaskah: di satu sisi sesuai amanat dokumen LITTERAE CIRCULARES DE FESTIS PASCHALIBUS PRAEPARANDIS ET CELEBRANDIS no 11 yang menyatakan bahwa “Hari-hari Minggu dalam Masa Prapaskah harus diutamakan di atas semua Hari Raya Tuhan, dan semua Hari Raya yang jatuh pada salah satu dari Minggu-minggu ini, dipindah ke hari Sabtu”, namun di sisi lain, KWI melalui KomLit telah memindahkannya ke hari Senin,  maka artikel dari Catholic Encyclopedia berikut diterjemahkan untuk membuka wawasan kita di pesekitaran penetapan tanggal perayaan gerejawi yang satu ini.

Tambahan: Adapun alasan dari pihak KomLit KWI adalah : “sudah terlanjur dicetak”. Lengkapnya, lihat di akhir artikel.

Hari Raya Kabar Sukacita Santa Perawan Maria (25 Maret), disebut juga dalam kalender lama: FESTUM INCARNATIONIS, INITIUM REDEMPTIONIS CONCEPTIO CHRISTI, ANNUNTIATIO CHRISTI, ANNUNTIATIO DOMINICA. Di Timur, di daerah di mana Maria mengambil peran dalam Penebusan, dirayakan dengan pesta khusus, 26 Desember, Kabar Sukacita adalah perayaan Kristus; dalam Gereja Latin, ini adalah perayaan Maria. Hal ini mungkin berasal sesaat sebelum atau sesudah Konsili Efesus (sekitar tahun 431). Pada waktu Sinode Laodicea (tahun 372) hal itu tidak diketahui; namun St. Proclus, Uskup Konstantinopel (wafat tahun 446), nampaknya menyebutkan hal itu dalam salah satu homilinya. Dia mengatakan, bahwa perayaan kedatangan Tuhan dan Juruselamat, di saat Dia mengenakan sifat manusia pada Diri-Nya (quo hominum genus indutus), dirayakan sepanjang abad kelima. Homili ini, bagaimanapun, mungkin tidak asli, atau kata-katanya mungkin dipahami sebagai Hari Raya Natal.

Dalam Gereja Latin, perayaan ini pertama kali disebutkan dalam Sacramentarium Paus Gelasius (wafat tahun 496), yang kita miliki dalam bentuk sebuah naskah dari abad ketujuh; perayaan ini juga ditemukan dalam Sacramentarium St. Gregorius (wafat tahun 604), salah satu naskah tertanggal dari abad kedelapan. Karena kedua sacramentary (buku Doa Misa) ini mengandung tambahan posterior pada masa Gelasius dan Gregorius, Duchesne (Origines du culte Chrétien – Asal-muasal Ibadah Kristen, 118, 261) memperkirakan asal-muasal perayaan ini di Roma pada abad ketujuh; sementara Probst (Sacramentarien, 264) berpikir bahwa perayaan ini benar-benar termasuk dalam masa Paus Gelasius. Sinode Toledo ke-10 (tahun 656), dan Sinode Trullan (tahun 692) berbicara mengenai perayaan ini sebagai salah satu yang dirayakan secara universal di dalam Gereja Katolik.

Semua orang Kristen Purba (melawan semua kemungkinan astronomi) mengenal tanggal 25 Maret sebagai hari yang sebenarnya dari Wafat Tuhan kita. Pendapat bahwa Inkarnasi juga berlangsung pada tanggal tersebut ditemukan dalam karya pseudo-Cyprianic “De Pascha Computus“, sekitar tahun 240. Tulisan ini berargumen bahwa kedatangan Tuhan dan Wafat-Nya pasti bertepatan dengan penciptaan dan kejatuhan Adam. Dan karena dunia diciptakan pada musim semi, Juruselamat juga dikandung dan wafat tak lama setelah equinox [matahari tepat berada di atas khatulistiwa –red] musim semi. Perhitungan khayalan yang serupa ditemukan pada awal Abad Pertengahan dan beberapa tahun setelahnya, dan kepada mereka, tidak diragukan lagi, tanggal-tanggal Hari Raya Kabar Sukacita dan Natal berutang asal-muasalnya. Sebagai konsekuensinya, martirologi kuno menetapkan penciptaan Adam dan penyaliban Tuhan pada tanggal 25 Maret; juga, kejatuhan Lucifer, Israel melintasi Laut Merah dan pengorbanan Ishak. (Thruston, Christmas and the Christian Calendar – Natal dan Kalender Kristen, Amer. Eccl. Rev., XIX, tahun 568). Tanggal asli dari perayaan ini adalah 25 Maret. Meskipun di zaman dahulu sebagian besar gereja-gereja tidak memelihara perayaan di masa Prapaskah, namun Gereja Yunani dalam Sinode Trullan (tahun 692; kan. 52) membuat pengecualian guna mendukung Kabar Sukacita. Di Roma, perayaan ini selalu dirayakan pada tanggal 25 Maret. Gereja Spanyol memindahkannya ke tanggal 18 Desember, dan ketika beberapa pihak mencoba untuk memperkenalkan ibadah Roma akan perayaan ini pada tanggal 25 Maret, 18 Desember secara resmi dikonfirmasi oleh seluruh Gereja Spanyol melalui Sinode Toledo ke-10 (tahun 656). Hukum ini dihapuskan ketika liturgi Roma diterima di Spanyol.

Gereja Milan, hingga hari ini, menetapkan posisi perayaan ini pada hari Minggu terakhir dalam masa Advent. Pada tanggal 25 Maret, sebuah misa dinyanyikan guna menghormati Kabar Sukacita. (Ordo Ambrosianus, 1906; Magistretti, Beroldus, 136). Orang-orang Armenia yang skismatik kini merayakan perayaan ini pada tanggal 7 April. Karena Epifani bagi mereka adalah perayaan kelahiran Kristus, Gereja Armenia sebelumnya menetapkan Kabar Sukacita pada tanggal 5 Januari, malam sebelum Epifani. Perayaan ini dulunya selalu menjadi hari suci wajib dalam Gereja Universal. Namun hal itu dibatalkan pertama untuk Perancis dan negara2 jajahan Perancis, 9 April, 1802; dan untuk Amerika Serikat, oleh Konsili Baltimore ke-3, tahun 1884. Oleh dekrit S.R.C. [Sacra Rituum Congregatio – Kongregasi Ritus Suci -red], 23 April 1895, peringkat perayaan ini dinaikan dari kelas kedua ganda [setara Pesta dalam kalender liturgi baru –red] menjadi kelas pertama ganda [setara Hari Raya dalam kalender liturgi baru –red]. Jika pesta ini jatuh dalam Pekan Suci atau Minggu Paskah, posisinya dipindahkan ke hari Senin setelah oktaf Paskah. Di beberapa gereja Jerman, adalah merupakan kebiasaan untuk memelihara posisi perayaan ini pada hari Sabtu sebelum Minggu Palma, jika tanggal 25 Maret jatuh dalam Pekan Suci. Gereja Yunani, jika tanggal 25 Maret terjadi pada salah satu dari tiga hari terakhir dalam Pekan Suci, memindahkan Kabar Sukacita ke Senin Paskah; posisinya pada semua hari lainnya, bahkan pada hari Minggu Paskah, dipelihara bersama dengan posisi dari hari tersebut. Meskipun tidak ada oktaf yang diijinkan dalam masa Prapaskah, Keuskupan Loreto dan Keuskupan Provinsi Venesia, Karmelit, Dominikan, Servitus, dan Redemptoris, merayakan perayaan ini dengan satu oktaf.

Tambahan
Berikut adalah jawaban Romo Bosco Da Cunha, O Carm sekretaris eksekutif KomLit KWI sebagaimana tercantum di bagian tanya-jawab http://katolisitas.org/6747/hari-raya-pesta-dan-peringatan sehubungan dengan alasan mengapa HR ini dipindahkan ke hari Senin 26 Maret 2012 :

“Tidak mungkin terpecah belah…ini kebetulan HUMAN ERROR. ..maaf beribu maaf; dalam “Normae Universales de Anno Liturgico et de Calendario” nomer 5 dikatakan bahwa….Meskipun demikian hari-hari Minggu dalam masa Adven, Prapaskah, dan Paskah harus didahulukan dari semua pesta Tuhan dan semua hari raya yang jatuh pada salah satu hari Minggu tersebut, harus dipindahkan ke hari Sabtu sebelumnya. Jadi, mestinya tanggal 24 dirayakan. Tapi karena sudah terlanjur dicetak ke hari Senin, marilah kita ikuti saja dengan hati nurani yang saleh”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: