MC - KCBM

2 Februari: Pesta Pentahiran Maria

In Wawasan on 31/01/2012 at 00:51

Pesta Pentahiran Maria, yang dikenal pula sebagai Pesta Yesus Dipersembahkan ke Bait Allah dan Candlemas, memperingati pentahiran Sang Perawan Maria Yang Terberkati dan Kristus yang dipersembahkan ke Bait Allah yang terjadi 40 hari sejak kelahiran-Nya sebagaimana tuntutan Hukum Yahudi.

Menurut Hukum Musa, seorang perempuan yang melahirkan anak laki-laki dianggap najis selama tujuh hari. Juga, dia tetap berada 33 hari “dalam darah pemurniannya.” Lukas mengatakan, mengutip Keluaran 13:2,12, bahwa Maria dan Yosef membawa Yesus ke Yerusalem karena semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. Mereka juga pergi untuk mengorbankan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang menunjukkan bahwa Maria dan Yosef adalah orang miskin. Setelah di Bait Allah, Yesus dimurnikan melalui doa Simeon, di hadapan Nabi Hana. Simeon, setelah melihat Mesias, mengucap syukur kepada Tuhan, menyanyikan sebuah himne yang sekarang disebut Nunc Dimittis:

Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera,
sesuai dengan firman-Mu,
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain
dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.

Simeon berkata kepada Maria: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Dengan demikian, Simeon meramalkan penderitaan dan dukacita Maria saat melihat kematian Putranya.

Sementara itu, istilah Candlemas berasal dari aktivitas yang berkaitan dengan pesta ini, yakni Misa Lilin (Candle Mass). Di Gereja Barat, sebuah prosesi dengan lilin bernyala merupakan ritual yang khas. Menurut disiplin pasca-Vatikan II, (jika mungkin) beeswax candles [lilin-lilin lebah madu -red] itu diberkati di suatu tempat yang lain dari tempat di mana Misa diadakan. Seringkali paroki lokal akan menyediakan lilin-lilin, atau Anda dapat membawanya sendiri, untuk diberkati sebelum prosesi. Lilin-lilin ini dapat disimpan untuk digunakan kelak di rumah Anda.

Setelah antifon, ketika lilin-lilin yang dipegang oleh orang-orang bernyala, ada prosesi ke dalam gereja. Selama prosesi ke gereja ini, Nunc Dimittis dinyanyikan, dengan antifon “Lumen ad revelationem” (Lukas 2:32). Prosesi ke dalam gereja untuk Misa ini memperingati masuknya Kristus ke dalam Bait Allah. Sejak Vatikan II, pesta ini diperhitungkan sebagai sebuah pesta Tuhan (sebagai kebalikan dari pesta Maria), dan secara resmi dinamakan “Penyerahan Tuhan.”

Sejarah

Egeria, yang menulis sekitar tahun 380M, menegaskan suatu pesta mengenai Penyerahan ini di Gereja Yerusalem. Pesta itu dirayakan pada tanggal 14 Februari dengan prosesi ke dalam Basilika Kebangkitan milik Konstantinus, dengan homili dari Lukas 2:22-39. Namun, pesta tersebut tidak memiliki nama yang sesuai pada saat itu; hanya disebut hari ke-40 setelah Epifani. Hal ini menunjukkan bahwa gereja Yerusalem merayakan kelahiran Yesus pada Pesta Epifani (seperti yang umum di beberapa Gereja Timur hari ini).

Di daerah-daerah di mana kelahiran Kristus dirayakan pada tanggal 25 Desember, pesta tersebut mulai dirayakan pada 2 Februari, yang dipertahankan di Barat hari ini. Pada tahun 542, Kaisar Justinian memperkenalkan pesta tersebut ke seluruh kekaisaran Romawi Timur dalam ucapan syukur atas berakhirnya sebuah wabah sampar yang hebat yang melanda kota Konstantinopel. Mungkin inilah [yang terjadi] ketika Paus Gregorius I membawa pesta tersebut ke Roma. Apapun yang terjadi, pesta ini dimuat dalam Gelasianum Sacramentary [sebuah buku liturgi Katolik yang memuat teks-teks untuk para imam dalam merayakan Ekaristi sepanjang tahun; buku ini adalah buku liturgi Katolik Roma yang tertua kedua yang masih ada: hanya buku Verona Sacramentary yang lebih tua – sumber] pada abad ke-7. Paus Sergius (687-701) memperkenalkan prosesi itu ke pelayanan Candlemas. Pemberkatan lilin-lilin tidak umum diadakan sampai abad ke-11.

Sementara beberapa ahli telah menegaskan bahwa pesta Candlemas berkembang pada Abad Pertengahan untuk melawan pesta pagan Lupercalia [-> lihat catatan kaki] dan Imbolc, banyak ahli menolaknya berdasarkan dokumen Abad Pertengahan. Meski bertepatan dengan kedua hari raya kafir ini, namun asal-usul pesta tersebut didasarkan pada kronologi Alkitab. Beberapa takhayul berkembang sekitar Candlemas, termasuk keyakinan bahwa jika seseorang tidak menurunkan dekorasi Natal saat Candlemas, jejak-jejak dedaunan dan buah-buahan Natal akan membawa perihal kematian yang bersangkutan. Di masa lalu, Candlemas dipandang sebagai akhir dari masa Natal.

Hari Candlemas juga merupakan hari ketika beberapa kebudayaan memprediksi pola cuaca. Para petani percaya bahwa sisa musim dingin akan menjadi kebalikan dari cuaca apa pun yang terjadi pada Hari Candlemas. Sebuah lagu Inggris kuno berbunyi:

If Candlemas be fair and bright,
Come winter, have another flight;
If Candlemas bring clouds and rain,
Go winter, and come not again.

Jadi jika matahari memberikan bayangan pada hari Candlemas, musim dingin lebih panjang; jika ada tidak ada bayangan, musim dingin dianggap segera berakhir. Praktek ini menyebabkan cerita rakyat di belakang “Groundhog’s Day” [keterangan lebih lanjut lihat sumber], yang jatuh pada Hari Candlemas.

Dewasa ini, pesta tersebut masih dirayakan pada 14 Februari di beberapa Gereja Timur, termasuk Gereja Armenia, di mana pesta itu disebut, “Kedatangan Anak Allah ke dalam Bait Allah.” Mayoritas gereja-gereja merayakannya pada 2 Februari.


Diterjemahkan bebas dari churchyear dot net.


Catatan Kaki:

Yang menarik, ternyata nama Februari berasal dari kata Latin februum, yang berarti pentahiran/pemurnian, yang dikaitkan dengan ritual Februa [sumber]. Ritual Februa, atau Februatio, inilah yang kemudian digabungkan dengan Lupercalia [sumber].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: