MC - KCBM

Oktober, Bulan Rosario Suci

In Wawasan on 15/10/2011 at 16:21

Di antara semua devosi yang telah disetujui oleh Gereja, tidak ada yang begitu dicintai dengan begitu banyak mujizat sebagaimana devosi Rosario Suci ~ Paus Beato Pius IX

Berikut adalah terjemahan bebas dari sebuah artikel Rm. Matthew R. Mauriello yang dimuat ulang di The Mary Page.

Bulan Oktober setiap tahunnya didedikasikan kepada Rosario Tersuci. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa pesta liturgi “Our Lady of Rosario” [terj. Bunda Rosario] dirayakan setiap tahun pada 7 Oktober. Pesta ini diadakan guna menghormati Santa Perawan Maria sebagai bentuk rasa syukur atas perlindungan yang dia berikan kepada Gereja sebagai jawaban dari pendarasan Rosario oleh kaum beriman.

Pesta ini diperkenalkan oleh Paus St. Pius V (1504-1572) pada tahun 1571 untuk memperingati kemenangan ajaib pasukan Kristen di Pertempuran Lepanto pada tanggal 7 Oktober 1571. Paus lebih menghubungkan kemenangan yang ajaib itu pada “senjata” Rosario daripada kekuatan meriam dan keberanian para prajurit yang berperang di sana.

Menurut legenda, Rosario sebagai bentuk doa telah diberikan kepada St. Dominikus (1170-1221) oleh Maria, Bunda Allah kita. Bunda Maria mempercayakan doa itu kepada St. Dominikus sebagai pertolongan dalam konflik dengan bidat Albigensia. Paus St. Pius V, sang Paus Dominikan, kemudian berbuat banyak dalam penyebaran Rosario lebih lanjut. Akibat usaha Paus ini, Rosario menjadi salah satu devosi yang paling populer di dunia kekristenan. Paus yang sama, Paus St. Pius V, pada tahun 1569 menyetujui secara resmi Rosario dalam bentuknya yang sekarang ini melalui Bulla Kepausan, Consueverunt Romani Pontifices. Bentuk Rosario ini sudah lengkap dengan penambahan bagian kedua dari “Salam Maria” dan “Kemuliaan kepada Bapa” pada akhir dari setiap misteri.

Beberapa ahli dewasa ini menelusuri perkembangan Rosario hingga Abad Pertengahan di mana ia bertumbuh di berbagai biara abad pertengahan sebagai pengganti Tugas Ilahi untuk para biarawan awam dan orang-orang awam saleh yang tidak tahu cara membaca. Daripada 150 mazmur, mereka akan berdoa 150 “Bapa kami” yang dihitung pada sebuah cincin manik-manik serupa mahkota atau “korona” [Korona atau corona berasal dari kata crown atau mahkota – red.]. Dengan bertumbuhnya popularitas devosi Maria dalam abad ke-12, “Mazmur Santa Perawan Maria” berkembang yang kini menggantikan 150 “Bapa Kami dengan “Salam Maria”.

Ke-150 “Salam Maria” ini kemudian dibagi lagi menjadi 15 kali sepuluh-an oleh biarawan muda Dominikan, Henry Kalkar (1328-1408), dengan setiap sepuluh-an mengacu pada sebuah peristiwa dalam kehidupan Yesus dan Maria. Dominikan lain, Alanus de Rupe (1428-1478) [dikenal juga sebagai Alan de la Roche – red.] selanjutnya membagi episode-episode dalam sejarah keselamatan itu ke dalam misteri gembira, sedih dan mulia. Dia pula yang menghubungkan asal-usul Rosario, yang kemudian dikenal sebagai “Mazmur Santa Perawan” pada St. Dominikus dan dengan demikian mendorong Ordo Dominikan untuk menjadikan Kerasulan Rosario sebagai perhatian khusus mereka. Sejak saat itu. para Dominikan telah mempromulgasikan Rosario dengan hasil penting.

Praktek pendedikasian seluruh bulan Oktober pada Rosario Suci dikembangkan menjelang akhir abad yang lalu. Paus Leo XIII (masa kepausan: 1878-1903) mempromosikan dengan gencar peningkatan devosi kepada Bunda Maria dengan mendorong penggunaan Rosario terus menerus.

Dimulai pada 1 September 1883, dengan Supremo Apostolatus Officio, Paus menulis total sebelas ensiklik mengenai Rosario, yang berakhir dengan Diuturni Temporis pada tahun 1898. Kita sedang merayakan saat ini seratus tahun dari ensiklik-ensiklik kepausan ini.

Banyak Paus lainnya telah berkontribusi untuk membantu peningkatan devosi kepada Rosario melalui tulisan-tulisan mereka. Dalam masa yang lalu belakangan ini, Paus Paulus VI (masa kepausan: 1963-1978) mengkhususkan bagian terakhir dari Anjuran Apostoliknya yang berjudul MARIALIS CULTUS kepada Angelus dan Rosario (MC 40-55). Dalam dokumen ini, Paus menulis bahwa “Rosario mempertahankan sebuah nilai yang tidak berubah dan kesegaran utuh.” (MC, 41)

Rosario adalah doa alkitabiah yang utama. Hal ini dapat diringkas melalui frase tradisional yang digunakan oleh Paus Pius XII (masa kepausan: 1939-1958) bahwa Rosario adalah “sebuah ringkasan dari keseluruhan Injil” (AAS 38 [1946] hal. 419). Rosario menarik misteri-misterinya dari Perjanjian Baru dan berpusat pada peristiwa-peristiwa besar dari Inkarnasi dan Penebusan.

Paus Beato Yohanes Paulus II menyebut Rosario sebagai doa favoritnya, yang di dalamnya kita bermeditasi dengan Maria atas misteri-misteri di mana dia sebagai seorang ibu merenungkan di dalam hatinya (Luk 2:19) (Osservatore Romano, 44; 30 Oktober 1979).

Dalam bulan Oktober ini, mari kita mempertimbangkan doa Rosario yang indah ini sebagai sebuah cara yang dapat kita gunakan juga untuk lebih mendekat ke Yesus dan Maria melalui perenungan misteri-misteri besar dari keselamatan kita.

  1. […] dari Perawan Maria       Posted in Bunda Maria | Tagged Bulan […]

  2. […] 1. Artikel Oktober Bulan Rosario Suci 2. wikipedia dot de Like this:SukaBe the first to like this. ▶ No Responses /* 0) { […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: