MC - KCBM

Vatikan Menyatakan ‘Visioner’ Naju Jauh dari Iman

In Wawasan on 28/05/2011 at 15:43

UCANews, 2 Mei 2011 – Vatikan kembali menegaskan bahwa apa yang disebut mujizat-mujizat ilahi yang diperlihatkan oleh seorang yang diduga visioner Maria adalah bukan “ajaran Kristen yang sejati”, demikian peringatan Keuskupan Agung Kwangju kemarin.

Uskup Agung Hyginus Kim Hee-jung dari Kwangju mengatakan dalam pernyataannya bahwa Kongregasi Kepausan untuk Doktrin Iman (CDF –red) telah mengirimkan surat kepada pihak Keuskupan Agung pada tanggal 30 Maret.

Kongregasi Vatikan tersebut menyatakan dalam surat itu bahwa apa yang disebut “mujizat-mujizat ilahi yang beredar di sekitar Julia Youn di Naju, Korea Selatan” yang telah dikirimkan oleh dia dan para pengikutnya kepada pihak kongregasi adalah “jauh dari iman Kristen yang sejati,” kata Uskup Agung Kim.

Surat itu juga menunjukkan bahwa beberapa pengikutnya telah membingungkan umat Katolik dengan mengatakan Vatikan akan mendukung argumen mereka dan menyetujuinya segera. Tetapi “Vatikan tidak akan pernah mengubah posisinya terhadap orang yang diduga visioner itu,” kata sang Uskup Agung memperingati.

Uskup Agung Kim mengklaim bahwa surat Vatikan itu memastikan kembali bahwa “Vatikan telah mengambil pendirian yang sama dengan Keuskupan Agung Kwangju” terhadap orang yang diduga visioner Maria itu.

Beliau menjelaskan bahwa dia mengeluarkan pernyataan tersebut karena “beberapa umat Katolik tetap mengikuti Youn” meskipun pihak Keuskupan Agung telah menerbitkan beberapa petunjuk pada tahun 1998, 2003 dan 2005 yang melarang umat Katolik berpartisipasi dalam upacara-upacara yang diselenggarakan oleh Youn.

Sementara itu, Youn dan para pendukungnya menyatakan bahwa sejak tahun 1985 ada beberapa “mujizat” di sekitar dia dan patung Maria miliknya, meski pihak Keuskupan Agung telah menerbitkan tiga instruksi untuk membantahnya.

Akhirnya, Uskup Agung Andreas Choi Chang-mou dari Kwangju menyatakan pada bulan Januari 2008 bahwa Youn dan pengikutnya terkena ekskomunikasi latae sententiae [= ekskomunikasi otomatis –red].

Dan pada sidang pleno dua-tahunan tahun 2008, para uskup Korea setuju bahwa mereka akan menghormati keputusan tersebut.

Tetapi para pengikut Youn bersikeras bahwa Vatikan memiliki pemikiran yang berbeda terhadap Youn, yang mengacu kepada Kardinal Ivan Dias, Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi [Prefek CEP 2006-2011 –red], yang, kata mereka, mendesak para uskup Korea selama kunjungan Ad limina [= kunjungan lima tahunan –red] mereka ke Vatikan pada tahun 2007 untuk mengakui Youn.

Akan tetapi, pihak Keuskupan Agung kemudian mengingatkan umat Katolik bahwa Kongregasi untuk Doktrin Iman adalah satu-satunya otoritas yang berkompeten untuk memutuskan masalah ini, sembari mengkritik bahwa mereka [= Youn dan para pengikutnya –red] sementara “membelokkan” kepedulian “pribadi” dari Kardinal Dias itu yang telah mendesak upaya-upaya pastoral yang lebih baik dalam hal ini .


Sumber: UCANews dot Com

Penerjemah : PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: