MC - KCBM

Bunda Maria dari Laus

In Penampakan on 30/03/2011 at 20:38

Pengantar

Pada hari Minggu, 4 Mei 2008, Gereja mengumumkan secara resmi pengakuan akan penampakan Bunda Maria kepada Benôite (Benedicta) Rencurel yang terjadi antara 1664 dan 1718 di Laus, Perancis.

Dengan demikian, inilah pengakuan resmi pertama Vatikan dalam abad ke-21 mengenai sebuah peristiwa penampakan Bunda Maria.

Pesan Bunda Maria

Benedicta Rencurel lahir pada 16 September 1647 di Saint-Étienne d’Avançon, sdebelah selatan Alps, Perancis. Ketika berusia 7 tahun, ayahnya meninggal. Rencurel tidak pernah belajar membaca dan menulis. Pendidikan yang diterimanya hanyalah kotbah-kotbah pada misa mingguan.

Suatu hari di bulan Mei 1664, ketika Benedicta sedang menggembalakan hewan sembari berdoa Rosario, dia melihat seorang wanita yang berkilau mempesona berdiri di atas sebuah batu. Wanita ini menggendong seorang anak yang tampan di tangannya.

“Wanita cantik! ” sapanya, “apa yang kamu sedang lakukan? Maukah kamu makan bersama saya? Saya memiliki beberapa roti yang baik. Kita dapat melunakannya di pancuran.”

Kesederhanaan sang gadis membuat Sang Bunda tersenyum tanpa berkata sepatah kata pun.

“Wanita cantik! Dapatkah kamu memberikan kami anak itu? Dia membuat kami begitu bahagia.”

Sang Bunda tersenyum lagi tanpa menjawab. Setelah beberapa menit bersama Benedicta, Sang Bunda membawa anak itu ke dalam tangannya lalu menghilang ke dalam gua.

Selama 4 bulan, Sang Bunda menampakkan diri kepada Benedicta setiap hari, berbicara kepadanya dan mempersiapkan dia untuk tugas di masa depan. Benedicta bercerita tentang seorang wanita yang memimpin sekelompok orang bahwa wanita ini peduli dengan penampakan tersebut tapi tidak mempercayainya. Suatu hari, wanita ini secara diam-diam mengikuti Benedicta ke lembah Fours. Dia tidak melihat penampakan namun mendengar suara Maria, yang mengatakan kepada Benedicta untuk memperingati dia bahwa jiwanya berada di dalam bahaya.

“Dia memiliki sesuatu pada hati nuraninya,” kata Maria. “Katakan padanya untuk melakukan pertobatan.”

Wanita itu sangat tersentuh dengan pesan tersebut lalu kembali ke sakramen-sakramen dan hidup saleh di sepanjang sisa hidupnya.

Pada 29 Agustus, Benedicta bertanya kepada Sang Bunda mengenai siapa namanya. Dan dia menjawab, “Nama saya Maria.”

Selama musim dingin 1664-1665, Benedicta sering mengunjungi Laus dan setiap kali dia berjumpa dengan Bunda yang Terberkati, yang memintanya untuk “berdoa terus-menerus bagi para pendosa.” Berita-berita penampakan tersebut menyebar ke segenap penjuru daerah tersebut.

Pada 18 September 1665, ketika Benedicta berusia 18 tahun, penampakan tersebut diakui secara resmi oleh pihak keuskupan dan karenanya, mulailah pembangunan sebuah gereja kecil untuk menerima ratusan peziarah yang datang berkunjung.

Maria menyatakan dirinya di Laus sebagai tempat pendamaian dan perlindungan bagi para pendosa, dan karenanya dia memberikan tanda2 untuk meyakinkan mereka akan kebutuhan untuk bertobat. Dia berpesan kepada Benedicta bahwa minyak dari lampu sanctuary* akan mendatangkan mujizat pada orang2 jompo jika mereka menerima pengurapan dengan iman dalam perantaraannya.

Benedicta menerima misi yang diberikan oleh Maria secara serius dan mendedikasikan dirinya untuk mempersiapkan para pendosa guna menerima Sakramen Tobat. Dia mendorong dua imam di tempat suci itu untuk menerima pendosa dengan kasih dan kebaikan hati untuk membantu mereka berbalik.

Maria meminta Benedicta untuk menegur para wanita dan para gadis agar meninggalkan skandal kehidupan, khususnya yang melakukan aborsi, yang kaya secara tidak adil dan jahat. Dia juga mendorong para imam dan kaum religius untuk setia kepada janji mereka.

Antara 1669 dan 1679, Benedicta menerima lima penglihatan dari Kristus yang menderita. Pada suatu hari Jumat di bulan Juli 1673, Yesus yang menderita berkata kepadanya: “Annakku, Aku memperlihatkan diriku dalam kondisi ini agar kamu dapat berpartisipasi dalam Penderitaan-Ku.” Setelah lebih dari dua dekade penampakan penderitaan yang terus menerus dari Bunda yang Terberkati, Benedicta menerima Komuni pada Hari Natal 1718.  Tiga hari kemudian dia melakukan pengakuan dosa, menerima sakramen terakhir dan sekitar jam 8 malam mengucapkan selamat tinggal kepada orang2 di sekitarnya. Benedicta kemudian mencium salib dan meninggal dengan damai.

Penutup

Hari ini, tempat suci tersebut dikelola oleh para romo diosesan dengan bimbingan komunitas Saudara-Saudara St. Yohanes yang didedikasikan untuk mempromosikan Sakramen Tobat.

Benedicta Rencurel dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1984.

sanctuary adalah daerah di sekitar tabernakel yang disucikan.

——

Sumber: http://www.catholicnewsagency.com/news/vatican_recognizes_marian_apparitions_in_france/

Terjemahan: chimp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: