MC - KCBM

Pertemuan Sr. Lucia dengan Sekretaris CDF pada 17 November 2001

In Wawasan on 17/03/2012 at 00:14

PERTEMUAN DENGAN SR. MARIA LUCIA
Uskup Agung Tarcisio Bertone,
Sekretaris Kongregasi untuk Doktrin Iman
———————————————————————————

Biara Coimbra, Portugal, 17 November 2001

Dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah peristiwa serangan teroris terakhir 11 September yang menyedihkan itu, artikel-artikel berupa dugaan wahyu-wahyu baru dari Sr. Lucia, yang mengumumkan surat peringatan kepada Paus dan penafsiran apokaliptik dari pesan Fatima, telah muncul di media Italia dan asing.

Kecurigaan bahwa Tahta Suci tidak mempublikasikan keseluruhan teks dari “rahasia” bagian ketiga kembali ditegaskan lagi, dan beberapa gerakan “Fatimist” telah mengulangi tuduhan mereka bahwa Bapa Suci belum mengkonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda.

Oleh karena itu dianggap perlu, dengan persetujuan Kardinal Joseph Ratzinger dan para Uskup dari Leiria-Fatima dan Coimbra, bahwa saya menemui Sr. Lucia di hadapan Rm. Luis Kondor, SVD, wakil postulator dari tim pemroses beatifikasi B. Francisco dan B. Jacinta; dan kepala Biara Karmelit St. Teresa, untuk mendapatkan penjelasan dan informasi secara langsung dari satu-satunya visioner yang masih hidup.

Percakapan yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu berlangsung pada hari Sabtu sore, 17 November. Sr. Lucia, yang akan berusia 95 tahun pada tanggal 22 Maret tahun depan, tampak dalam kondisi yang sempurna, ceria dan bersemangat. Sepanjang percakapan, dia menyatakan cinta dan pengabdian kepada Bapa Suci, untuk siapa, bersama dengan seluruh Gereja, dia berdoa sangat banyak. Dia gembira dengan distribusi bukunya, “Os apelos da Mensagem de Fatima” (“Permohonan dari Pesan Fatima”), yang kini diterjemahkan ke dalam enam bahasa (Italia, Spanyol, Jerman, Hungaria, Polandia dan Inggris), dan untuk yang mana dia menerima banyak surat ucapan terima kasih.

Dalam membahas masalah bagian ketiga dari rahasia Fatima, dia mengatakan bahwa dia telah membaca booklet yang diterbitkan oleh Kongregasi untuk Doktrin Iman dengan penuh perhatian dan merenungkan, dan menegaskan segala sesuatu yang dikatakan booklet itu.

Dia menjawab mereka yang telah menyuarakan keraguan bahwa beberapa bagian dari “rahasia ketiga” mungkin belum diungkapkan: “Segala sesuatu sudah dipublikasikan, tidak ada rahasia lagi.” Kepada mereka yang sementara berbicara dan menuliskan tentang wahyu-wahyu baru, dia berkata: “Tidak ada sebutir kebenaran pun di dalamnya. Kalau saja saya punya wahyu-wahyu baru, saya tidak akan berbicara mengenainya kepada siapa pun, tetapi akan mengatakannya langsung kepada Bapa Suci!”

Dia kemudian dengan senang hati mengingat masa mudanya dan kesulitan-kesulitan yang dia hadapi, pertama untuk menjadi seorang suster; meski bahkan dalam sikap laku yang baik, seperti ketika dia teringat “liburan” di Braga pada tahun-tahun 1921-24, dengan Mrs. Filomena Miranda, ibu Krismanya.

Ketika ditanya: “Apa pengaruh penglihatan tanggal 13 Juli itu terhadap hidupmu sebelum hal itu dituliskan dan disampaikan kepada Gereja?”, dia menjawab:

“Saya merasa aman di bawah perlindungan Bunda Maria, yang akan mengawasi dengan seksama lewat Gereja dan Paus,” dan dia menambahkan sebuah rincian baru pada catatannya mengenai penampakan kenabian yang terkenal itu:

“Selama penampakan, Bunda Maria, yang bersinar terang, memegang sebuah hati di tangan kirinya, dan di kanannya, sebuah Rosario.” Apa arti hati di tangan Bunda Maria itu?

“Itu adalah simbol cinta yang melindungi dan menyelamatkan. Adalah Sang Bunda yang melihat penderitaan anak-anaknya dan turut menderita bersama mereka, bahkan bersama mereka yang tidak mencintainya. Karena dia ingin menyelamatkan mereka semua dan tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka yang Tuhan telah percayakan kepadanya. Hatinya adalah tempat perlindungan yang aman. Devosi kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda adalah sarana keselamatan untuk masa-masa sulit ini di dalam Gereja dan di dalam dunia. Refleksi Kardinal Ratzinger di akhir komentarnya pada bagian ketiga “rahasia” ini adalah sangat relevan: “Hatiku yang Tak Bernoda akan menang”. Apa artinya ini? Hati yang terbuka kepada Allah dan dimurnikan oleh kontemplasi akan Allah, lebih kuat dari senjata apa pun. Persetujuan dari Maria yang adalah perkataan dari hatinya, telah mengubah sejarah dunia, karena hal itu membawa Sang Juruselamat ke dalam dunia – karena, berkat ‘Ya’-nya, Allah bisa menjadi manusia di dalam dunia kita dan tetap seperti itu untuk sepanjang masa. Si Jahat memiliki kekuasaan di dunia ini, sebagaimana kita lihat dan alami terus-menerus; dia memiliki kekuasaan karena kebebasan kita terus-menerus membiarkan dirinya digiring menjauh dari Allah. Tapi karena Allah sendiri telah mengambil hati seorang manusia dan karenanya telah mengarahkan kebebasan manusia menuju apa yang baik, sehingga kebebasan untuk memilih yang jahat tidak lagi memiliki kata yang terakhir. Semenjak waktu itu, inilah kata yang terakhir itu: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33) telah dikemukakan dengan baik. Pesan Fatima mengajak kita untuk meyakini janji ini.

Saya bertanya tiga pertanyaan lagi:

“Apakah benar bahwa Anda berbicara kepada Rev. Luigi Bianchi dan Rev. José dos Santos Valinho kalau Anda meragukan penafsiran bagian ketiga dari “rahasia” itu?

Sr. Lucia menjawab: “Itu tidak benar. Saya mengkonfirmasi sepenuhnya penafsiran yang dibuat pada Tahun Yubileum.”

“Apa yang Anda harus katakan mengenai pernyataan keras kepala Rm. Gruner, yang sementara ini telah mengumpulkan tanda tangan, yang meminta Paus untuk mengkonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda pada akhirnya, seolah-olah konsekrasi ini belum pernah dilakukan?”

Sr. Lucia menjawab: “Komunitas Karmelit telah menolak bentuk-bentuk pengumpulan tanda tangan itu. Saya telah mengatakan bahwa konsekrasi yang diinginkan oleh Bunda kita itu telah dilaksanakan pada tahun 1984, dan telah diterima di Surga.

“Apakah benar bahwa Sr. Lucia sangat terganggu oleh kejadian-kejadian terakhir, sehingga tidak bisa lagi tidur dan berdoa siang malam?”

Sr. Lucia menjawab: “Hal itu tidak benar. Bagaimana saya bisa berdoa di siang hari, jika saya tidak beristirahat di malam hari? Betapa banyak hal-hal yang mereka sedang letakkan di dalam mulutku! Betapa banyak hal-hal yang mereka buat saya seperti melakukannya. Biarkan mereka membaca buku saya: di dalamnya terdapat semua rekomendasi dan permohonan yang sesuai dengan keinginan Bunda Maria. Doa dan pertobatan, bersama dengan iman yang besar dalam kuasa Allah, akan menyelamatkan dunia.

Uskup Agung Tarcisio Bertone
Sekretaris Kongregasi untuk Doktrin Iman


Diterjemahkan bebas dari ewtn dot com.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: