MC - KCBM

Makam Sang Perawan

In Wawasan on 24/06/2011 at 14:47

Artikel ini mengenai sebuah makam yang diyakini sebagai makam Bunda Maria. Namun demikian, Gereja Katolik belum memberikan kata akhir pada perdebatan teologis mengenai apakah Bunda Maria sempat mengalami kematian fisik sebelum diangkat ke Surga dengan jiwa dan badannya ataukah langsung terangkat.

Makam Santa Perawan dihormati di Lembah Cedron, dekat Yerusalem. Para penulis modern berpendapat, bagaimanapun, Maria telah wafat dan dimakamkan di Efesus. Poin utama dari pertanyaan tersebut yang dipertimbangkan sebagai faktor penting adalah sebagai berikut.

Bukti yang mendukung Yerusalem

Karya-karya apokrif dari abad kedua sampai abad keempat semuanya menguntungkan tradisi Yerusalem. Menurut “Kisah S. Yohanes oleh Prochurus”, yang ditulis (160-170) oleh Lencius, Sang Penginjil pergi ke Efesus ditemani oleh Prochurus saja dan pada usia yang sangat lanjut, yakni setelah Maria wafat. Dua surat “B. Inatii missa S. Joanni”, yang ditulis sekitar tahun 370, menunjukkan bahwa Santa Perawan melewati sisa hari-harinya di Yerusalem. Surat dari Dionisius, anggota majelis Areopagus [Kis 17:34 -red], untuk Uskup Titus (363), “Joannis liber de Dormitione Mariae” (abad ketiga hingga keempat), dan risalah “De transitu BM Virginis” (abad keempat), keduanya menempatkan makamnya [Maria -red] di Getsemani.

Dari sudut pandang sejarah, karya-karya ini, meskipun apokrif, memiliki nilai riil, yang mencerminkan ketika mereka melakukan tradisi dari abad-abad pertama. Pada awal abad kelima, peziarah dari Armenia mengunjungi “makam Sang Perawan di lembah Yosafat”, dan sekitar tahun 431, “Breviarius de Hierusalem” menyebutkan “Basilika S. Maria, yang berisi makamnya” di lembah itu. Mulai saat itu, para peziarah dari berbagai ritus telah sering berkunjung ke tempat itu guna menghormati makam kosong Maria.

S. Gregorius dari Tours, S. Modestus, S. Sofronius, Patriark Yerusalem, S. Germanus, Patriark Konstantinopel, S. Andreas, Uskup dari Kreta, Yohanes dari Tesalonika, Hippolitus dari Thebes, dan Venerable Bede mengajarkan fakta yang sama ini dan bersaksi bahwa tradisi ini telah diterima oleh semua GerejaTimur dan Barat. S. Yohanes Damaskus, dalam khotbahnya pada Pesta Maria Diangkat ke Surga di Getsemani, mengingat kembali bahwa, menurut “Sejarah Euthymian”, III, xl (kemungkinan ditulis oleh Cyril dari Scythopolis dalam abad kelima), Juvenal, Uskup Yerusalem, mengirim Kain Kafan dari Santa yang diawetkan di gereja Getsemani ke Konstantinopel pada tahun 452 atas perintah Kaisar Marcian dan Pulcheria, istrinya (PG, XCVI, 747-51). Relikui tersebut sejak saat itu telah dihormati di kota itu di Gereja Our Lady of Blachernae.

Bukti yang mendukung Efesus

Tidak pernah ada tradisi yang menghubungkan wafat dan pemakaman Maria dengan kota Efesus. Tidak seorang penulis atau peziarah pun yang berbicara bahwa makamnya ada di sana, dan pada abad ke-13, Perdicas, prothonotary Efesus, mengunjungi “makam mulia dari Sang Perawan di Getsemani”, dan menggambarkannya dalam puisinya (PG, CXXXIII, 969). Dalam sebuah surat yang dikirim pada tahun 431 oleh anggota Dewan Efesus kepada kaum klerus dari Konstantinopel, kita membaca bahwa Nestorius “mencapai kota Efesus di mana Yohanes Sang Teolog dan Bunda Allah, Sang Perawan Suci, telah dipisahkan dari sidang Para Bapa suci “, dll. Tillemont telah melengkapi ungkapan singkat yang ambigu itu dengan penambahan secara bebas, “memiliki makam-makam mereka”.

Dia diikuti oleh sejumlah penulis. Menurut meditasi Suster Catherine Emmerich [dibeatifikasi tahun 2004 -red] (d. 1824), yang dikumpulkan dan dipublikasi tahun 1852, Santa Perawan wafat dan dimakamkan bukan di Efesus melainkan tiga atau empat leagues [1 league = 4,8 km -red] ke arah selatan kota. Dia [Emmerich -red] diikuti oleh mereka yang menerima penglihatan dan meditasinya sebagai wahyu Ilahi. Namun demikian, S. Brigid menceritakan bahwa pada saat kunjungannya ke gereja Getsemani, Santa Perawan menampakkan diri kepadanya dan berbicara dengannya mengenai tinggalnya Sang Bunda selama tiga hari di tempat itu dan mengenai Pengangkatan ke dalam Surga. Wahyu dari Venerable Maria d’Agreda tidak bertentangan dengan yang dari Catherine Emmerich.

Gereja Makam Maria

Ketika tanah di Lembah Cedron jauh ditinggikan, Gereja kuno dari Makam Maria benar-benar tertutup dan tersembunyi. Sejumlah besar anak tangga menurun dari jalan ke pengadilan (lihat gambar samping: B), di bagian belakang yang merupakan teras yang indah dari abad ke-12 (C). Itu membuka tangga monumental dengan 48 anak tangga. Anak tangga ke-20 mengarah ke gereja yang dibangun pada abad kelima, yang sebagian besar dipotong dari batu. Hal ini membentuk salib dengan lengan yang tidak sama panjang (D). Di tengah-tengah lengan sebelah timur terletak makam mulia dari Bunda Kristus. Ini adalah sebuah ruangan kecil berukuran 52 feet [1 foot = 0,3048 m] panjang dan 20 feet lebar dengan bangku dipahat dari bebatuan yang meniru makam Kristus. Hal ini membentuk edicule [tempat suci kecil Romawi kuno dan Yunani -red] kubus, sekitar 10 feet keliling dan delapan feet tinggi. Sampai abad ke-14 monumen kecil itu ditutup dengan lembaran marmer megah dan dinding-dinding gereja itu ditutupi dengan lukisan dinding. Sejak tahun 1187, makam itu telah menjadi milik pemerintah Muslim yang, meskipun demikian, memberi kuasa orang-orang Kristen untuk mengepalainya.

Diterjemahkan secara bebas dari artikel CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Tomb of the Blessed Virgin Mary oleh PM dan diedit oleh ED.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: